Tampilkan postingan dengan label Level 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Level 1. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Penggunaan I plan to + verb


Kalimat “I plan to + verb” digunakan untuk menggambarkan apa yang akan anda lakukan di masa depan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I plan to relax at home.
(Saya berencana untuk bersantai di rumah.)

I plan to give a surprise for my parents.
(Saya berencana untuk memberikan kejutan pada orangtuaku.)

I plan to wash your car.
(Saya berencana untuk mencuci mobilmu.)

I plan to adopt a child.
(Saya berencana untuk mengadopsi seorang anak.)

I plan to watch a movie.
(Saya berencana untuk nonton bioskop.)

I plan to save my money.
(Saya berencana untuk menabung uangku.)

I plan to read this book.
(Saya berencana untuk membaca buku ini.)

I plan to learn English.
(Saya berencana untuk Bahasa Inggris.)

Penggunaan I would like to + verb


Kalimat “I would like to + verb” bisa anda gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang ingin anda lakukan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I would like to answer that question.
(Saya ingin menjawab pertanyaan itu.)

I would like to compete in a cooking contest.
(Saya ingin bertanding di kontes memasak itu.)

I would like to invite you.
(Saya ingin mengundangmu.)

I would like to practice dancing.
(Saya ingin berlatih menari.)

I would like become a doctor.
(Saya ingin menjadi dokter.)

I would like to see you more often again.
(Saya ingin lebih sering melihatmu lagi.)

I would like to say thank you.
(Saya ingin mengucapkan terima kasih.)

I would like to learn about animals.
(Saya ingin belajar tentang hewan-hewan.)

I would like to meet the President.
(Saya ingin bertemu dengan Presiden.)

Penggunaan I gotta + verb


Jika anda perhatikan baik-baik kata “I gotta” sebenarnya sangat tidak dibenarkan dalam grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kata “I gotta” cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jadi tidak ada salahnya bagi anda untuk mempelajarinya, jika anda perhatikan kata “gotta” sebenarnya berasal dari kata “got to” yang kemudian disingkat menjadi kata “gotta”. Sedangkan jika dilihat dari segi grammar kata “I gotta + verb” sangatlah kurang tepat dan yang benar adalah “I have got to + verb” atau “I’ve got to + verb” yang memiliki arti anda harus melakukan aktivitas tersebut. Sedangkan jika anda menambahkan kata “have” pada “I gotta + verb” sehingga menjadi “I have gotta + verb” atau “I’ve gotta + verb” maka aktivitas tersebut harus dilakukan dalam waktu dekat, saya bagikan beberapa contoh-contohnya :

“I gotta + verb”

I gotta manage my money.
(Saya harus mengatur uang saya.)

I gotta obey the laws.
(Saya harus mentaati hukum.)

I gotta move to a bigger house.
(Saya harus pergi ke rumah yang lebih besar.)

I gotta impress my boss.
(Saya harus membuat bos saya terkesan.)

I gotta brush my teeth.
(Saya harus menggosok gigi saya.)

“I have gotta + verb”

I have got to be on time to work.
(Saya harus tepat waktu dalam bekerja.)

I have gotta try harder at school.
(Aku harus berusaha lebih keras di sekolah.)

I’ve gotta tell my mom that I’ll be late.
(Saya harus memberitahu ibuku kalau aku akan terlambat.)

I’ve gotta learn more about the laws.
(Aku harus lebih banyak belajar tentang hukum.)

I’ve gotta clean my house today.
(Aku harus membersihkan rumahku hari ini.)

Penggunaan I wanna + verb


Jika kita perhatikan baik-baik sebenarnya kata “wanna” sangat tidak dibenarkan secara grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri kata “wanna” sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari khususnya di Amerika Serikat. Kata “wanna” sebenarnya memiliki persamaan arti dengan kata “want to” yaitu yang bermakna “ingin”. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata “wanna” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang anda inginkan. Jika anda anda ingin menggambarkan sesuatu yang tidak anda inginkan anda tinggal menambahkan kata “don’t” seperti ini “I don’t wanna + verb”, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I wanna + verb

I wanna talk.
(Saya ingin berbicara.)

I wanna search for a job.
(Saya ingin mencari pekerjaan.)

I wanna order some food.
(Saya ingin memesan beberapa makanan.)

I wanna marry her.
(Saya ingin menikahinya.)

I wanna listen to that song.
(Saya ingin mendengarkan lagu itu.)

I don’t wanna + verb

I don’t wanna talk.
(Saya tidak ingin bicara.)

I don’t wanna search for a job.
(Saya tidak ingin mencari pekerjaan.)

I don’t wanna marry her.
(Saya tidak ingin menikahinya.)

I don’t wanna listen to that song.
(Saya tidak ingin mendengarkan lagu itu.)

I don’t wanna order some food.
(Saya tidak ingin memesan beberapa makanan.)

Penggunaan I have to + verb


Untuk kata “I have to + verb” biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menjadi keharusan dan harus segera dilaksanakan. Sedangkan untuk kata “I haven’t + verb” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak wajib atau tidak harus dilakukan, berikut saya bagikan contohnya :
I have + verb

I have to go to school.
(Saya harus pergi ke sekolah.)

I have to leave immediately.
(Saya harus pergi.)

I have to do my homework.
(Saya harus mengerjakan PR saya.)

I have to sleep at night.
(Saya harus tidur di malah hari.)

I haven’t + verb

I haven’t go to school.
(Saya tidak perlu pergi ke sekolah.)

I haven’t to leave.
(Saya tidak perlu pergi.)

I have to do my homework.
(Saya tidak perlu mengerjakan PR saya.)

I have to sleep at night.
(Saya tidak perlu tidur di malam hari.)

Penggunaan I used to + verb


Kata “I used to + verb” biasanya digunakan untuk mengungkan sebuah kebiasaan yang biasa anda lakukan di masa lalu, berikut saya bagikan beberapa contoh :

I used to develop websites.
(Dulu saya terbiasa mengembangkan website.)

I used to smoke.
(Dulu saya terbiasa merokok.)

I used to work at home.
(Dulu saya terbiasa bekerja di rumah.)

I used to go to work at 6 o’clock.
(Saya terbiasa berangkat bekerja pada jam 6.)

I used to live in Malang.
(Dulu saya terbiasa tinggal di Malang.)

I used to go to the beach every day.
(Dulu saya terbiasa pergi ke pantai setiap hari.)

Penggunaan I have + past participle


Saat anda menggabungkan kata “I have” dan “Past participle” maka kalimat ini bisa anda gunakan untuk memberikan informasi kepada orang lain bahwa anda memiliki sesuatu atau anda telah melakukan sebuah aktivitas, berikut saya bagikan contohnya :

Memiliki sesuatu :

I have three cats.
(Saya punya tiga kucing.)

I have two hundred thousand rupiah.
(Saya punya dua ratus ribu rupiah.)

I have an information for you.
(Saya punya sebuah informasi untukmu.)

I have a new song for you.
(Saya punya lagu baru untukmu.)

Telah melakukan sebuah aktivitas :

I have done it.
(Saya telah melakukannya.)

I have heard that.
(Saya telah mendengarnya.)

I have driven a car.
(Saya telah mengemudikan mobil ini.)

I have read that book.
(Saya telah membaca buku itu.)

I have forgiven you.
(Saya telah memaafkanmu.)

I have written a letter.
(Saya telah menulis sebuah surat.)


Penggunaan I have + noun (kata benda)


Penggunaan I have + noun (kata benda)
Dengan menggunakan kata “I have + noun (kata benda)” anda bisa menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang anda miliki saat ini atau apa yang sedang anda alami saat ini, berikut saya berikan beberapa contohnya :

Apa yang anda miliki.

I have a cat.
(Saya punya kucing.)

I have bicycle.
(Saya punya sepeda.)

I have a house.
(Saya punya rumah.)

I have computer.
(Saya punya komputer.)

Apa yang anda alami.

I have a headache.
(Saya sedang sakit kepala.)

I have a toothache.
(Saya sedang sakit gigi.)

I have a stomach ache.
(Saya sedang sakit perut)

I have a problem.
(Saya sedang ada masalah.)

Penggunaan I’m gonna + verb (kata kerja)


Jika kita perhatikan baik-baik sebenarnya kata “gonna” sangat tidak dibenarkan secara grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri kata “gonna” sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari khususnya di Amerika Serikat. Kata “gonna” sebenarnya memilki persamaan arti dengan kata “will” dan “going to”, yaitu “akan”. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata “gonna” digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang akan anda lakukan nanti, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I’m gonna go to work.
(Saya akan pergi bekerja.)

I’m gonna eat some cake.
(Saya akan makan beberapa kue.)

I’m gonna run a marathon.
(Saya akan lari maraton.)

I’m gonna stop smoking.
(Saya akan berhenti merokok.)

I’m gonna help my friend.
(Saya akan membantu temanku.)

I’m gonna take swim lesson.
(Saya akan mengambil pelajaran berenang.)

I’m gonna read your book.
(Saya akan membaca bukumu.)

Penggunaan I’m trying


Anda bisa menggunakan kata “I’m trying” untuk menjelaskan kepada orang lain bahwa anda sedang berusaha atau mencoba melakukan atau menyelesaikan sesuatu baik dengan dari segi tindakan atau niat saja. Dan jika anda menambahkan Verb atau kata kerja di dalamnya (I’m trying + verb) maka anda secara spesifik menjelaskan apa yang sedang anda coba lakukan .

“I’m trying” tanpa “Verb

I’m trying a new job.
(Saya mencoba pekerjaan baru.)

I’m trying a new method.
(Saya mencoba metode baru.)

I’m trying this food.
(Saya mencoba makanan ini.)

 “I’m trying” dengan “Verb”

I’m trying to a get a job.
(Saya mencoba mendapatkan pekerjaan.)

I’m trying to call my family.
(Saya mencoba menelpon / menghubungi keluarga saya.)

I’m trying to enjoy my dinner.
(Saya mencoba untuk  menikmati makan malam saya.)

I’m trying to understand this book.
(Saya mencoba untuk memahami  / mengerti buku ini.)

Penggunaan I’m getting


Anda bisa menggabungkan kata “i’m” dengan “getting” untuk menjelaskan kepada orang lain bahwa anda sedang mendapatkan sesuatu atau sedang mengalami sesuatu, berikut saya berikan contoh-contohnya :

Mendapatkan sesuatu :
I’m getting a new bicycle.
(Saya mendapatkan sepeda baru.)

I’m getting a job.
(Saya mendapatkan pekerjaan.)

I’m getting a puppy.
(Saya mendapatkan anak anjing.)

I’m getting a good score.
(Saya mendapatkan nilai yang bagus.)

Mengalami sesuatu :
I’m getting better.
(Saya jadi lebih baik.)

I’m getting tooth ache.
(Saya sedang sakit gigi.)

I’m getting cold.
(Saya sedang kedinginan.)

I’m getting married.
(Saya sudah menikah.)

I’m getting tired.
(Saya lelah.)

Penggunaan I’m + verb (kata kerja)


Biasanya anda bisa menggunakan kata “I’m + verb (kata kerja) untuk menerangkan aktivitas yang sedang anda lakukan, berikut saya berikut saya berikan contoh-contohnya :

I’m eating lunch.
(Saya sedang makan siang.)

I’m brushing my teeth.
(Saya sedang menggosok gigi.)

I’m crying.
(Saya sedang menangis.)

I’m typing an email.
(Saya sedang mengetik sebuah surat.)

I’m dancing.
(Saya sedang menari.)

I’m learning.
(Saya sedang belajar.)

Penggunaan I’m + in / at / on


I’m in

Biasanya anda bisa menggunakan kata “I’m in” saat anda berada di lokasi yang nyata dan hanya terbatas pada lokasi nyata yang bersifat bangunan atau ruangan, berikut adalah contoh-contohnya :
I’m in the bathroom.
(Saya berada di kamar mandi.)

I’m in the house.
(Saya berada di rumah.)

I’m in the school.
(Saya berada di sekolah.)

I’m in a car.
(Saya berada di mobil.)

I’m at

Sedangkan untuk kata “I’m at” penggunaannya bisa lebih luas, dalam artian kata “I’m at” tidak hanya terbatas pada sebuah tempat yang bersifat bangunan atau ruangan tapi semua lokasi yang bersifat nyata, berikut adalah contoh-contohnya :

I’m at the house.
(Saya berada di rumah.)

I’m at the school.
(Saya berada di sekolah.)

I’m at the airport.
(Saya berada di bandara.)

I’m at the football field.
(Saya berada di lapangan sepak bola.)

I’m at the garden.
(Saya berada di kebun.)

Catatan : Jadi anda bisa menggunakan kata “I’m in” dan “I’m” secara bergantian jika lokasi yang bersifat nyata tersebut masih dalam lingkup bangunan atau ruangan.

I’m on

Sedangkan untuk kata “I’m on” biasanya digunakan untuk menunjukan lokasi yang abstrak atau tidak nyata. Supaya anda tidak bingung saya akan menjelaskan simulasinya, misalnya ada seseorang yang berkata “I’m on the phone.”  secara harfiah maka akan diterjemahkan “Saya berada di telepon” sedangkan secara logika, bagaimana mungkin orang bisa di dalam telepon? Apakah teleponnya sebesar rumah? Atau apakah orang tersebut memiliki ukuran yang lebih kecil daripada telepon? Jadi yang harus anda lakukan adalah mengganti pola terjemahan harfiah menjadi terjemahan halus seperti “Saya sedang menggunakan telepon.” Jadi dari uraian singkat diatas dapat disimpulkan bahwa “I’m on” bisa digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang anda lakukan, berikut adalah contoh-contohnya :

I’m on the phone.
(Saya berada di telepon.)
(Saya sedang menggunakan telepon.)

I’m on the computer.
(Saya berada di komputer.)
(Saya sedang menggunakan komputer.)

I’m on the holiday.
(Saya berada di liburan.)
(Saya sedang liburan.)

Penggunaan I’m good at


Kalimat “I’m good at” berfungsi untuk menjelaskan keahlian yang anda miliki, berikut beberapa contoh-contohnya :

I’m good at + verb (kata kerja)

I’m good at drawing.
(Saya ahli dalam menggambar.)

I’m good at swimming.
(Saya ahli dalam berenang.)

I’m good at reading.
(Saya ahli dalam membaca.)

I’m good at writing.
(Saya ahli dalam menulis.)

I’m good at dancing.
(Saya ahli dalam menari.)

I’m good at + noun (kata benda)

I’m good at sports.
(Saya ahli dalam olahraga.)

I’m good at football.
(Saya ahli dalam sepakbola.)

I’m good at math.
(Saya ahli dalam matematika.)

Penggunaan I’m


Kata “I’m” adalah sebuah singkatan dari kata “I am”. Kata “I’m” biasanya digabungkan dengan kata-kata lain untuk mengungkapkan apa yang anda rasakan, menjelaskan diri anda atau menggambarkan sesuatu yang sedang anda lakukan.  Berikut adalah beberapa contoh kata “I’m” yang telah digabungkan dengan kata-kata lain :

Mengungkapkan apa yang anda rasakan :

I’m tired.
(Saya  lelah.)

I’m confused.
(Saya bingung.)

I’m happy.
(Saya senang.)

I’m excited.
(Saya senang.)

I’m hungry.
(Saya lapar.)

I’m nervous.
(Saya gugup.)

I’m thirsty
(Saya haus.)

Berfungsi menjelaskan diri anda :

I’m twenty three years old.
(Saya berumur 23 tahun.)

I’m student
(Saya adalah murid)

I’m a boy.
(Saya Laki-laki.)

Berfungsi menggambarkan sesuatu yang sedang anda lakukan :

I’m going to school.
(Saya sedang pergi ke sekolah.)

I’m having lunch.
(Saya sedang makan siang.)

I’m playing football.
(Saya sedang bermain sepak bola.)

I’m studying English.
(Saya sedang belajar Bahasa Inggris)

Anda juga bisa mendapatakan kata-kata deskriptif seperti (Extremely, very, terribly, super, a little bit, etc)

I’m very tired.
(Aku sangat lelah.)

I’m very happy.
(Aku sangat senang.)

I’m super hungry.
(Aku sangat lapar.)

I’m a little bit nervous.
(Aku sedikit gugup.)