Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris Dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Penggunaan I’m not used to + verb-ing


Kata “I’m” adalah singkatan dari kata “I am”, sedangkan untuk kalimat “I’m not used to + verb-ing” bisa anda gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang sangat asing atau membuat anda kurang nyaman, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I’m not used to talking English.”
(Saya tidak terbiasa bebicara bahasa Inggris.)

“I’m not used to studying Math.”
(Saya tidak terbiasa belajar matematika.)

“I’m not used traveling too far.”
(Saya terbiasa bepergian terlalu jauh.)

“I’m not used to waking up too early”
(Saya tidak terbiasa bangun terlalu pagi.)

“I’m not used to having so much responsibility.”
(Saya tidak terbiasa memiliki banyak tanggung jawab.)

“I’m not used to drinking coffee in the morning.”
(Saya tidak terbiasa minum kopi di pagi hari.)

Penggunaan I am busy + verb-ing


Kalimat “I am busy + verb-ing” bisa anda gunakan untuk menyatakan sebuah kesibukan yang anda jalani kepada orang lain, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I am busy working.”
(Saya sibuk bekerja.)

“I am busy cooking for dinner”
(Saya sibuk memasak untuk makan malam)

“I am busy cleaning the house.”
(Saya sibuk membersihkan rumah.)

 “I am busy helping my parents.”
(Saya sibuk membantu orangtuaku.)

“I am busy building my blog.”
(Saya sibuk membangun blog saya.)

“I am busy studying English.”
(Saya sibuk belajar bahasa Inggris.)

Penggunaan I feel like + verb-ing


Kalimat “I feel like + verb-ing” bisa anda gunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang suka anda lakukan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I feel like going to the beach.”
(Saya suka pergi ke pantai.)

“I feel like having snack.”
(Saya suka makan makanan ringan.)

“I feel like talking.”
(Saya suka bicara.)

“I feel like dancing.”
(Saya suka menari.)

“I feel like watching television.”
(Saya suka menonton televisi.)

I don’t feel like + verb-ing

Saat anda menambahkan kata “don’t” atau “do not” maka kalimat ini bisa anda gunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak anda sukai, berikut beberapa contohnya :

“I don’t feel like going to the beach.”
(Saya tidak suka pergi ke pantai.)

“I don’t feel like having snack.”
(Saya tidak suka makan makanan ringan.)

“I don’t feel like talking.”
(Saya tidak suka bicara.)

“I don’t feel like dancing.”
(Saya tidak suka menari.)

“I don’t feel like watching television.”
(Saya tidak suka menonton televisi.)

Penggunaan I’d rather verb


Kata “I’d” sendiri sebenarnya adalah sebuah singkatan dari kata “I had” atau “I would”. Sedangkan kalimat “I’d rather + verb” itu sendiri bisa anda gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang lebih anda suka untuk anda lakukan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I’d rather talk about this problem later.”
(Saya lebih suka membicarakan masalah ini nanti.)

“I’d rather to eat at home than go buy a fast food.”
(Saya lebih suka makan di rumah daripada pergi membeli makanan cepat saji.)

“I’d rather playing football than reading a book.”
(Saya lebih suka bermain sepak bola daripada membaca buku.)

“I had rather handle the problem by myself.”
(Saya lebih suka menyelesaikan masalah ini sendirian.)

“I had rather listen to my parents than get a lot trouble.”
(Saya lebih suka mendengarkan orangtuaku daripada mendapat banyak masalah.)

“I would rather complete my task early.”
(Saya lebih suka menyelesaikan tugas saya lebih awal.)

“I would rather listen the answer from you than from the other.”
(Saya lebih suka mendengar jawaban darimu dibanding dari orang lain.)

Penggunaan I promise + I will verb


Kalimat “I promise + I will verb” bisa anda gunakan untuk menyatakan janji bahwa anda akan melakukan suatu hal, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I promise I will practice harder.”
(Saya janji saya akan latihan lebih keras.)

“I promise I will call you.”
(Saya janji saya akan menelponmu.)

“I promise I will come to your party.”
(Saya janji saya akan datang ke pestamu.)

“I promise I will marry you.”
(Saya janji saya akan menikahimu.)

Anda juga bisa menambahkan kata “won’t” atau “will not” di dalamnya sehingga menjadi “I promise + I won’t verb”. Kalau sudah begini maka kalimat ini bisa anda gunakan untuk menyatakan janji bahwa anda tidak akan melakukan suatu hal, berikut beberapa contohnya :

“I promise I won’t tell this to everyone.”
(Saya janji saya tidak akan mengatakan ini pada siapapun.”

“I promise I won’t be late.”
(Saya janji saya tidak akan terlambat.)

“I promise I won’t wake you up.”
(Saya janji saya tidak akan membangunkanmu.)

“I promise I will not hurt your feelings.”
(Saya janji saya tidak akan menyakiti perasaanmu.)

“I promise I will not leave without you.”
(Saya janji saya tidak akan pergi tanpa dirimu.)


Senin, 08 Juni 2015

Penggunaan I don’t have time to + verb


Kata “don’t” adalah sebuah singkatan dari kata “do not”. Saat anda mengatakan “I don’t have time to + verb” maka secara tidak langsung anda mengatakan bahwa anda tidak punya waktu untuk melakukan kegiatan tersebut, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I don’t have time to + verb

“ I don’t have a time to explain this situation.”
(Saya tidak punya waktu untuk menjelaskan situasi ini.)

“I don’t have a time to finish my breakfast.”
(Saya tidak punya waktu untuk menghabiskan sarapan pagiku.)

“I don’t have time to exercise.”
(Saya tidak punya waktu untuk latihan.)

“I do not have time to watch my favorite TV show.”
(Saya tidak punya waktu untuk melihat acara TV kesukaanku.)

“I do not have time to talk to you.”
(Saya tidak punya waktu untuk bicara padamu.)

I don’t + verb

Anda juga bisa menggunakan kata “I don’t” untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak sukai, sesuatu yang tidak anda pahami, atau sesuatu yang tidak anda lakukan, berikut beberapa contohnya :
“I don’t eat meat”
(Saya tidak makan daging.)

“I don’t like the rain.”
(Saya tidak suka hujan.)

“I don’t understand English.”
(Saya tidak mengerti bahasa Inggris.)

“I do not understand what are you saying.”
(Saya tidak mengerti apa yang anda katakan.)

“I do not like scary stories.”
(Saya tidak suka cerita yang menakutkan.)

“I do not like sports.”
(Saya tidak suka olahraga.)

Penggunaan I didn’t mean to + verb


Kalau kita analisa kalimat “I didn’t mean to + verb” sebenarnya kata “didn’t” adalah sebuah singkatan dari kata “did not” yang berarti “tidak”. Sedangkan secara keseluruhan kalimat “I didn’t mean to + verb” biasanya digunakan untuk mengungkap rasa penyesalan atau permintaan maaf atas apa yang telah anda lakukan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

“I didn’t mean to hurt your feelings.”
(Saya tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu.)

“I didn’t mean to lie about what happened.”
(Saya tidak bermaksud untuk berbohong atas apa yang telah terjadi.)

“I didn’t mean to embarass you.”
(Saya tidak bermaksud untuk membuatmu malu.)

“I did not mean to say those things.”
(Saya tidak bermaksud untuk berkata seperti itu.)

“I did not mean to make you confused.”
(Saya tidak bermaksud untuk membuatmu bingung.)

“I did not mean to make you upset.”
(Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah.)

Penggunaan I was about to + verb


Saat anda mengatakan “I was about to + verb” pada orang lain, maka bisa diartikan bahwa anda akan melakukan suatu keperluan tetapi tidak bisa melakukannya karena terhalang oleh suatu keperluan lain. Kalimat ini sebenarnya memiliki arti yang hampir sama dengan “I am about to + verb” tapi perbedaannya jika anda menggunakan “I was about to + verb” maka anda sudah tidak bisa melakukannya lagi karena saat ini anda telah melakukan keperluan yang lain. Karena anda sudah tidak bisa melakukannya maka ini menjadi sebuah kejadian masa lalu sehingga anda harus menggunakan kata “was” dan bukan “am”, berikut saya bagikan contoh dalam bentuk percakapan supaya memudahkan anda untuk memahaminya :

Bob        : Hi Mike. Can you help me?
                : (Hi Mike. Bisakah kamu membantuku?)

Mike      : Hey Bob. What do you need?
                : (Hey Bob. Apa yang kamu perlukan?)

Bob        : Can you drive me to the convenient store?
                : (Bisakah kamu mengantarku ke toko terdekat?)

Mike      : Sure. I can do that.
                : (Iya. Saya bisa.)

Bob        : Were you in the middle of something?
                : (Apakah kamu sedang ada keperluan?)

Mike      : I was about to watch a movie.
                : (Tadinya saya mau nonton bioskop.)

Bob        : I’m sorry have been bothering you.
                : (Saya minta maaf telah menganggumu)

Mike      : Oh, that’s okay.
                : (Oh, tidak apa-apa.)

Jadi dari kasus di atas bisa disimpulkan bahwa anda tidak bisa mengatakan “I’m about to watch a movie” tapi anda harus mengatakan “I was about to watch a movie” karena anda sudah tidak bisa nonton bioskop lagi disebabkan anda harus mengatarkan teman anda ke toko terdekat, berikut saya bagikan beberapa contoh lainnya :

“I was about to go out.”
(Tadinnya saya mau pergi ke luar.)

“I was about to go to work.”
(Tadinya saya mau pergi bekerja.)

“I was about to say the same thing.”
(Tadinya saya mau mengatakan hal yang sama.)

“I was about to call you.”
(Tadinya saya mau menelponmu.)

“I was about to watch a television.”
(Tadinya saya mau melihat televisi.)

Penggunaan I’ve decided to verb


Kalimat “I’ve decided to + verb” biasanya digunakan untuk menyampaikan sebuah keputusan yang telah anda buat, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I’ve decided to accept that job.
(Saya memutuskan untuk menerima pekerjaan itu.)

I’ve decided to complete my degree.
(Saya memutuskan untuk menyelesaikan gelar saya.)

I’ve decided to change my bad habits.
(Saya memutuskan untuk merubah kebiasaan buruku.)

I’ve decided to form a chess club.
(Saya memutuskan untuk membentuk klub catur.)

I’ve decided to hand over my resposibilities to my partner.
(Saya memutuskan untuk memberikan tanggung jawabku pada orang lain.)

I’ve decided to help you learn English.
(Saya memtuskan untuk membantumu belajar Bahasa Inggris.)

Penggunaan I plan to + verb


Kalimat “I plan to + verb” digunakan untuk menggambarkan apa yang akan anda lakukan di masa depan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I plan to relax at home.
(Saya berencana untuk bersantai di rumah.)

I plan to give a surprise for my parents.
(Saya berencana untuk memberikan kejutan pada orangtuaku.)

I plan to wash your car.
(Saya berencana untuk mencuci mobilmu.)

I plan to adopt a child.
(Saya berencana untuk mengadopsi seorang anak.)

I plan to watch a movie.
(Saya berencana untuk nonton bioskop.)

I plan to save my money.
(Saya berencana untuk menabung uangku.)

I plan to read this book.
(Saya berencana untuk membaca buku ini.)

I plan to learn English.
(Saya berencana untuk Bahasa Inggris.)

Penggunaan I would like to + verb


Kalimat “I would like to + verb” bisa anda gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang ingin anda lakukan, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I would like to answer that question.
(Saya ingin menjawab pertanyaan itu.)

I would like to compete in a cooking contest.
(Saya ingin bertanding di kontes memasak itu.)

I would like to invite you.
(Saya ingin mengundangmu.)

I would like to practice dancing.
(Saya ingin berlatih menari.)

I would like become a doctor.
(Saya ingin menjadi dokter.)

I would like to see you more often again.
(Saya ingin lebih sering melihatmu lagi.)

I would like to say thank you.
(Saya ingin mengucapkan terima kasih.)

I would like to learn about animals.
(Saya ingin belajar tentang hewan-hewan.)

I would like to meet the President.
(Saya ingin bertemu dengan Presiden.)

Penggunaan I gotta + verb


Jika anda perhatikan baik-baik kata “I gotta” sebenarnya sangat tidak dibenarkan dalam grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kata “I gotta” cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jadi tidak ada salahnya bagi anda untuk mempelajarinya, jika anda perhatikan kata “gotta” sebenarnya berasal dari kata “got to” yang kemudian disingkat menjadi kata “gotta”. Sedangkan jika dilihat dari segi grammar kata “I gotta + verb” sangatlah kurang tepat dan yang benar adalah “I have got to + verb” atau “I’ve got to + verb” yang memiliki arti anda harus melakukan aktivitas tersebut. Sedangkan jika anda menambahkan kata “have” pada “I gotta + verb” sehingga menjadi “I have gotta + verb” atau “I’ve gotta + verb” maka aktivitas tersebut harus dilakukan dalam waktu dekat, saya bagikan beberapa contoh-contohnya :

“I gotta + verb”

I gotta manage my money.
(Saya harus mengatur uang saya.)

I gotta obey the laws.
(Saya harus mentaati hukum.)

I gotta move to a bigger house.
(Saya harus pergi ke rumah yang lebih besar.)

I gotta impress my boss.
(Saya harus membuat bos saya terkesan.)

I gotta brush my teeth.
(Saya harus menggosok gigi saya.)

“I have gotta + verb”

I have got to be on time to work.
(Saya harus tepat waktu dalam bekerja.)

I have gotta try harder at school.
(Aku harus berusaha lebih keras di sekolah.)

I’ve gotta tell my mom that I’ll be late.
(Saya harus memberitahu ibuku kalau aku akan terlambat.)

I’ve gotta learn more about the laws.
(Aku harus lebih banyak belajar tentang hukum.)

I’ve gotta clean my house today.
(Aku harus membersihkan rumahku hari ini.)

Penggunaan I wanna + verb


Jika kita perhatikan baik-baik sebenarnya kata “wanna” sangat tidak dibenarkan secara grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri kata “wanna” sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari khususnya di Amerika Serikat. Kata “wanna” sebenarnya memiliki persamaan arti dengan kata “want to” yaitu yang bermakna “ingin”. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata “wanna” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang anda inginkan. Jika anda anda ingin menggambarkan sesuatu yang tidak anda inginkan anda tinggal menambahkan kata “don’t” seperti ini “I don’t wanna + verb”, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I wanna + verb

I wanna talk.
(Saya ingin berbicara.)

I wanna search for a job.
(Saya ingin mencari pekerjaan.)

I wanna order some food.
(Saya ingin memesan beberapa makanan.)

I wanna marry her.
(Saya ingin menikahinya.)

I wanna listen to that song.
(Saya ingin mendengarkan lagu itu.)

I don’t wanna + verb

I don’t wanna talk.
(Saya tidak ingin bicara.)

I don’t wanna search for a job.
(Saya tidak ingin mencari pekerjaan.)

I don’t wanna marry her.
(Saya tidak ingin menikahinya.)

I don’t wanna listen to that song.
(Saya tidak ingin mendengarkan lagu itu.)

I don’t wanna order some food.
(Saya tidak ingin memesan beberapa makanan.)

Penggunaan I have to + verb


Untuk kata “I have to + verb” biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menjadi keharusan dan harus segera dilaksanakan. Sedangkan untuk kata “I haven’t + verb” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak wajib atau tidak harus dilakukan, berikut saya bagikan contohnya :
I have + verb

I have to go to school.
(Saya harus pergi ke sekolah.)

I have to leave immediately.
(Saya harus pergi.)

I have to do my homework.
(Saya harus mengerjakan PR saya.)

I have to sleep at night.
(Saya harus tidur di malah hari.)

I haven’t + verb

I haven’t go to school.
(Saya tidak perlu pergi ke sekolah.)

I haven’t to leave.
(Saya tidak perlu pergi.)

I have to do my homework.
(Saya tidak perlu mengerjakan PR saya.)

I have to sleep at night.
(Saya tidak perlu tidur di malam hari.)

Penggunaan I used to + verb


Kata “I used to + verb” biasanya digunakan untuk mengungkan sebuah kebiasaan yang biasa anda lakukan di masa lalu, berikut saya bagikan beberapa contoh :

I used to develop websites.
(Dulu saya terbiasa mengembangkan website.)

I used to smoke.
(Dulu saya terbiasa merokok.)

I used to work at home.
(Dulu saya terbiasa bekerja di rumah.)

I used to go to work at 6 o’clock.
(Saya terbiasa berangkat bekerja pada jam 6.)

I used to live in Malang.
(Dulu saya terbiasa tinggal di Malang.)

I used to go to the beach every day.
(Dulu saya terbiasa pergi ke pantai setiap hari.)

Penggunaan I have + past participle


Saat anda menggabungkan kata “I have” dan “Past participle” maka kalimat ini bisa anda gunakan untuk memberikan informasi kepada orang lain bahwa anda memiliki sesuatu atau anda telah melakukan sebuah aktivitas, berikut saya bagikan contohnya :

Memiliki sesuatu :

I have three cats.
(Saya punya tiga kucing.)

I have two hundred thousand rupiah.
(Saya punya dua ratus ribu rupiah.)

I have an information for you.
(Saya punya sebuah informasi untukmu.)

I have a new song for you.
(Saya punya lagu baru untukmu.)

Telah melakukan sebuah aktivitas :

I have done it.
(Saya telah melakukannya.)

I have heard that.
(Saya telah mendengarnya.)

I have driven a car.
(Saya telah mengemudikan mobil ini.)

I have read that book.
(Saya telah membaca buku itu.)

I have forgiven you.
(Saya telah memaafkanmu.)

I have written a letter.
(Saya telah menulis sebuah surat.)


Penggunaan I have + noun (kata benda)


Penggunaan I have + noun (kata benda)
Dengan menggunakan kata “I have + noun (kata benda)” anda bisa menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang anda miliki saat ini atau apa yang sedang anda alami saat ini, berikut saya berikan beberapa contohnya :

Apa yang anda miliki.

I have a cat.
(Saya punya kucing.)

I have bicycle.
(Saya punya sepeda.)

I have a house.
(Saya punya rumah.)

I have computer.
(Saya punya komputer.)

Apa yang anda alami.

I have a headache.
(Saya sedang sakit kepala.)

I have a toothache.
(Saya sedang sakit gigi.)

I have a stomach ache.
(Saya sedang sakit perut)

I have a problem.
(Saya sedang ada masalah.)

Penggunaan I’m gonna + verb (kata kerja)


Jika kita perhatikan baik-baik sebenarnya kata “gonna” sangat tidak dibenarkan secara grammar atau tata bahasa, tapi tidak bisa dipungkiri kata “gonna” sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari khususnya di Amerika Serikat. Kata “gonna” sebenarnya memilki persamaan arti dengan kata “will” dan “going to”, yaitu “akan”. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata “gonna” digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang akan anda lakukan nanti, berikut saya bagikan beberapa contohnya :

I’m gonna go to work.
(Saya akan pergi bekerja.)

I’m gonna eat some cake.
(Saya akan makan beberapa kue.)

I’m gonna run a marathon.
(Saya akan lari maraton.)

I’m gonna stop smoking.
(Saya akan berhenti merokok.)

I’m gonna help my friend.
(Saya akan membantu temanku.)

I’m gonna take swim lesson.
(Saya akan mengambil pelajaran berenang.)

I’m gonna read your book.
(Saya akan membaca bukumu.)

Penggunaan I’m trying


Anda bisa menggunakan kata “I’m trying” untuk menjelaskan kepada orang lain bahwa anda sedang berusaha atau mencoba melakukan atau menyelesaikan sesuatu baik dengan dari segi tindakan atau niat saja. Dan jika anda menambahkan Verb atau kata kerja di dalamnya (I’m trying + verb) maka anda secara spesifik menjelaskan apa yang sedang anda coba lakukan .

“I’m trying” tanpa “Verb

I’m trying a new job.
(Saya mencoba pekerjaan baru.)

I’m trying a new method.
(Saya mencoba metode baru.)

I’m trying this food.
(Saya mencoba makanan ini.)

 “I’m trying” dengan “Verb”

I’m trying to a get a job.
(Saya mencoba mendapatkan pekerjaan.)

I’m trying to call my family.
(Saya mencoba menelpon / menghubungi keluarga saya.)

I’m trying to enjoy my dinner.
(Saya mencoba untuk  menikmati makan malam saya.)

I’m trying to understand this book.
(Saya mencoba untuk memahami  / mengerti buku ini.)

Penggunaan I’m getting


Anda bisa menggabungkan kata “i’m” dengan “getting” untuk menjelaskan kepada orang lain bahwa anda sedang mendapatkan sesuatu atau sedang mengalami sesuatu, berikut saya berikan contoh-contohnya :

Mendapatkan sesuatu :
I’m getting a new bicycle.
(Saya mendapatkan sepeda baru.)

I’m getting a job.
(Saya mendapatkan pekerjaan.)

I’m getting a puppy.
(Saya mendapatkan anak anjing.)

I’m getting a good score.
(Saya mendapatkan nilai yang bagus.)

Mengalami sesuatu :
I’m getting better.
(Saya jadi lebih baik.)

I’m getting tooth ache.
(Saya sedang sakit gigi.)

I’m getting cold.
(Saya sedang kedinginan.)

I’m getting married.
(Saya sudah menikah.)

I’m getting tired.
(Saya lelah.)